
Literasi keuangan bisa dikatakan semacam seni dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi atau keluarga secara efektif. Hal ini tentu saja mencakup pengetahuan, keterampilan, dan sikap yang diperlukan untuk membuat keputusan keuangan yang cerdas dan bertanggung jawab.
Melek keuangan sangat penting karena berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup kita, nah dengan begitu kita bisa:
- Menyusun anggaran dan rencana keuangan yang sesuai dengan tujuan dan kebutuhan kita
- Menabung dan berinvestasi dengan bijak untuk mencapai tujuan jangka panjang seperti pendidikan, rumah, pensiun, dll.
- Menghindari atau mengatasi masalah keuangan seperti utang, gagal bayar, penipuan, dll.
- Memanfaatkan produk dan layanan keuangan yang sesuai dengan kebutuhan dan kondisi kita
- Mengetahui hak dan kewajiban kita sebagai konsumen keuangan
- Menyikapi perubahan ekonomi dan situasi darurat dengan tenang dan adaptif
Bagaimana Cara Mengukur Literasi Keuangan?
Literasi keuangan bisa diukur dengan berbagai cara, tergantung pada tujuan dan metodologinya. Salah satu cara yang umum digunakan adalah dengan menggunakan indikator literasi keuangan.
Indikatornya merupakan ukuran yang menunjukkan tingkat literasi keuangan seseorang atau kelompok. Indikator literasi keuangan bisa bersifat kuantitatif atau kualitatif, dan bisa meliputi aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku, atau hasil keuangan.
Beberapa contoh indikator literasi keuangan yang sering digunakan adalah:
- Skor tes literasi keuangan. Ini adalah hasil tes yang mengukur pengetahuan seseorang tentang konsep-konsep dasar keuangan seperti bunga, inflasi, diversifikasi, dll. Contoh tes yang populer adalah OECD/INFE Financial Literacy Test yang digunakan dalam OECD/INFE International Survey of Adult Financial Literacy.
- Persentase tabungan. Ini adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar proporsi pendapatan seseorang yang disisihkan untuk menabung. Persentase tabungan bisa menunjukkan seberapa baik seseorang mengelola pengeluaran dan menyiapkan dana cadangan.
- Rasio utang terhadap pendapatan. Ini adalah ukuran yang menunjukkan seberapa besar beban utang seseorang dibandingkan dengan pendapatannya. Rasio utang terhadap pendapatan bisa menunjukkan seberapa mampu seseorang membayar kewajiban keuangannya dan seberapa besar risiko gagal bayar.
- Kepuasan keuangan. Ini adalah ukuran yang menunjukkan seberapa puas seseorang dengan kondisi keuangan pribadi atau keluarganya. Kepuasan keuangan bisa menunjukkan seberapa baik seseorang mencapai tujuan keuangan dan seberapa bahagia seseorang dengan hidupnya.
Bagaimana Cara Meningkatkan Literasi Keuangan?
Literasi keuangan bukanlah sesuatu yang bisa diperoleh secara instan, melainkan hasil dari proses belajar seumur hidup. Untuk meningkatkannya yang kita perlukan adalah:
- Meningkatkan pengetahuan keuangan. Kita bisa mempelajari konsep-konsep dasar keuangan dari berbagai sumber, seperti buku, artikel, podcast, video, webinar, dll. Kita juga bisa mengikuti kursus, seminar, atau workshop yang diselenggarakan oleh lembaga keuangan, pemerintah, atau organisasi lain yang terkait.
- Meningkatkan keterampilan keuangan. Kita bisa melatih keterampilan keuangan kita dengan menerapkan pengetahuan yang kita pelajari dalam kehidupan sehari-hari. Kita bisa mulai dengan membuat anggaran dan rencana keuangan, menabung dan berinvestasi secara rutin, membayar utang tepat waktu, memilih produk dan layanan keuangan yang sesuai, dll.
- Meningkatkan sikap keuangan. Kita bisa membentuk sikap keuangan yang positif dan bertanggung jawab dengan menyadari dan mengubah pola pikir dan emosi yang mempengaruhi keputusan keuangan kita. Kita bisa menghindari sikap yang merugikan, seperti konsumtif, impulsif, takut, atau malas, dan mengembangkan sikap yang menguntungkan, seperti hemat, rasional, percaya diri, atau proaktif.
- Meningkatkan perilaku keuangan. Kita bisa memperbaiki perilaku keuangan kita dengan mengikuti rencana keuangan yang telah kita buat, mengawasi dan mengevaluasi kinerja keuangan kita, mengambil tindakan korektif jika ada masalah, dan merayakan pencapaian keuangan kita.
Kesimpulan
Jadi, Literasi keuangan semacam seni dalam memahami dan mengelola keuangan pribadi atau keluarga secara efektif. Nah udah tau kan kalau hal ini sangat penting karena berdampak pada kesejahteraan dan kualitas hidup kita. Satu lagi, kamu bisa ukur dengan menggunakan indikator yang mencakup aspek pengetahuan, keterampilan, sikap, perilaku, atau hasil keuangan. Tingkatkan dengan meningkatkan pengetahuan, keterampilan, sikap, dan perilaku keuangan kita.
Semoga artikel ini bermanfaat dan menambah wawasan Anda tentang literasi keuangan. Jika Anda ingin mengetahui lebih banyak, Anda bisa mengunjungi situs web Otoritas Jasa Keuangan (OJK) atau Bank Indonesia (BI), yang menyediakan berbagai informasi, edukasi, dan layanan keuangan untuk masyarakat.


