
Coba kamu pikirkan sebentar.
Kapan terakhir kali kamu punya tabungan yang cukup, bukan cuma sisa akhir bulan yang “semoga nggak habis”? Kapan terakhir kali kamu duduk, buka buku catatan atau aplikasi keuangan, lalu benar-benar menyusun anggaran bulanan dengan sadar—bukan cuma “asal cukup sampai gajian berikutnya”?
Kalau kamu merasa belum pernah melakukannya, kamu nggak sendirian. Faktanya, menurut survei GoodStats, hampir 70% masyarakat Indonesia saat ini tidak punya tabungan. Dari yang menabung pun, lebih dari setengahnya hanya menyisihkan kurang dari 10% dari pendapatan bulanannya. Dan hanya 2% yang berhasil menabung lebih dari separuh penghasilannya. Sisanya? Habis begitu saja—kadang untuk kebutuhan, tapi sering kali juga karena dorongan impulsif.
Mungkin kamu mulai bertanya-tanya, “Kenapa bisa separah itu, ya?”
Mari kita tarik mundur sedikit.
Kemiskinan yang “Tersembunyi” dalam Statistik
Kalau kamu mengikuti laporan statistik, mungkin kamu merasa bahwa kondisi negara kita nggak terlalu buruk. Data resmi BPS mencatat tingkat kemiskinan Indonesia pada September 2024 hanya 8,57% atau sekitar 24 juta orang. Tapi ketika standar garis kemiskinan Bank Dunia digunakan, angka kemiskinan naik drastis—bisa sampai 19,9%, bahkan 68,3% jika pakai standar yang lebih tinggi.
Ini bukan semata-mata perbedaan angka, tapi soal cara kita melihat kenyataan. Dengan standar yang lebih manusiawi—yang memperhitungkan kebutuhan hidup layak, bukan sekadar bisa makan satu-dua kali sehari—ternyata jauh lebih banyak masyarakat yang hidup hanya untuk bertahan. Bukan berkembang.
Dan ketika kamu hidup dalam mode bertahan, hal-hal seperti menabung, investasi, bahkan sekadar belajar keuangan—jadi terasa seperti kemewahan yang jauh dari jangkauan.
“Uangnya ke mana, ya?”
Pernah nggak kamu merasa gaji kamu tuh nggak kecil-kecil amat, tapi tetap aja habis sebelum akhir bulan?
Itu juga bukan cuma kamu.
Sebanyak 34,5% responden survei GoodStats mengaku lebih suka langsung membelanjakan uangnya daripada ditabung. Impulsif, katanya. Dan 28,2% lainnya memang mengaku pendapatannya belum cukup. Niat menabung ada, tapi kenyataan berkata lain: biaya hidup makin tinggi, harga-harga naik, pengeluaran mendesak nggak pernah berhenti.
Ditambah lagi, hanya 37,5% orang yang rutin bikin anggaran bulanan. Sisanya? Ya, jalani aja dulu. Nanti juga ada jalan.
Tapi jalan itu sering kali buntu kalau kamu nggak tahu ke mana langkahmu.
Ini Bukan Salahmu. Tapi Akan Jadi Salahmu Kalau Terus Dibiarkan.
Banyak dari kita tumbuh tanpa pernah benar-benar diajarkan tentang uang. Di sekolah kita belajar trigonometri, tapi jarang diajari cara bikin anggaran belanja rumah tangga. Kita dituntut paham inflasi, tapi bingung waktu harus milih antara bayar cicilan atau isi pulsa.
Tapi sekarang kamu dewasa. Dan sayangnya, dunia nggak peduli apakah kamu pernah diajari soal keuangan atau nggak. Kamu tetap harus bayar tagihan. Kamu tetap harus makan. Kamu tetap ingin liburan, beli rumah, atau sekadar punya dana darurat.
Kalau begitu, apa yang bisa kamu lakukan?
Di Balik Masalah, Ada Solusi yang Bijak buat Kamu
Nah, sekarang kita masuk ke bagian menariknya. Sebagai seorang yang memiliki kepedulian terkait hal ini ditambah lagi saya seorang yang bekerja di lembaga keuangan mikro seperti Credit Union, saya melihat ini bukan cuma sebagai masalah sosial tapi juga sebagai pintu masuk untuk menciptakan solusi yang bermanfaat dan berdampak buat kamu.
Apa saja solusi yang buat kondisi yang sedang kamu hadapi ini?
E-Course atau Kelas Keuangan Pribadi yang Praktis dan Relatable
Anak muda haus akan pemahaman. Tapi mereka nggak suka digurui. Mereka butuh cara belajar yang singkat, praktis, dan bisa langsung dipraktikkan.
Misalnya, e-course bertajuk “Atur Gaji Tanpa Tersesat: Cara Realistis Menabung dan Hidup Nyaman” dengan modul singkat: budgeting 101, kenali pengeluaran, bikin tabungan bertingkat, sampai cara memilih tempat nabung yang aman. Upgrade Skill Mengelola Keuangan Pribadi biar bisa Investasi, Harga Mulai Rp99.000 E-Course Udemy.
E-Book Interaktif: Simpel Tapi Nendang
E-book 150 halaman berjudul “The Art Of Financially – Belajar Komunikasi Keuangan secara Visual” yang nggak cuma ngajarin teori, tapi langsung ngasih template, contoh nyata, dan refleksi singkat. Bisa diselingi kuis kecil, ilustrasi ringan, dan checklist harian. Upgrade Skill Mu harga mulai Rp50.000,- Cek Disini.

Tools Digital: Budgeting Assistant untuk Pemula
Aplikasi sederhana berbasis web/mobile yang bantu kamu nyusun anggaran mingguan, ngasih notifikasi kalau kamu belanja kebanyakan, atau sekadar ngingetin “eh, kamu belum nabung minggu ini.” Versi gratis bisa punya fitur dasar, dan versi premium bisa ditambah laporan visual, integrasi rekening bank atau dompet digital, serta reminder tabungan bulanan. Upgrade Skill bikin Anggaran dan Perencanaan Keuangan harga mulai Rp50.000

Program Komunitas: Tantangan 30 Hari Menabung Bareng
Banyak orang pengen berubah, tapi nggak punya teman seperjalanan. Tantangan 30 hari menabung dengan komunitas online (via WhatsApp/Telegram) bisa jadi solusi. Ada tantangan harian, leaderboard, dan insentif digital kecil seperti voucher diskon atau e-sertifikat. Cocok banget buat anak muda yang butuh support. Upgrade Skill dan bangun Habit Nabung 30 Hari. Harga Mulai Rp99.000 E-Course Udemy.
Kamu Nggak Harus Jadi Sultan, Tapi Kamu Bisa Belajar Jadi Bijak
Kita hidup di zaman yang serba cepat. Harga naik, kebutuhan bertambah, tekanan makin kuat. Tapi bukan berarti kamu harus menyerah pada keadaan.
Kamu bisa mulai dari hal kecil.
Menabung seribu-dua ribu per hari. Bikin catatan pengeluaran seminggu ini. Nonton satu video edukatif tentang uang. Atau baca satu halaman dari e-book keuangan yang bisa kamu dapatkan cuma seharga kopi kekinian.
Kamu nggak sendirian. Banyak dari kita sedang berjuang di titik yang sama. Tapi kamu bisa pilih—mau terus jalan tanpa arah, atau mulai memegang kemudi atas hidup finansialmu.
Dan kamu nggak harus jadi ahli keuangan dulu untuk mulai. Kamu cuma perlu kemauan untuk belajar, keberanian untuk mencoba, dan komunitas yang mendukung.
Kalau kamu sudah sampai di akhir tulisan ini, itu artinya kamu peduli.
Itu artinya kamu siap.
Siap bukan berarti tahu segalanya. Tapi kamu siap untuk nggak tinggal diam. Siap untuk mulai. Pelan-pelan. Tapi pasti.
Langkah kecil pertama bisa kamu ambil hari ini.
Mau coba? Upgrade Skill dalam Investasi Saham secara Visual


